Pada Rabu (11/2/2026), Satgas TMMD bersama warga melaksanakan dua sasaran fisik sekaligus, yakni pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan semenisasi jalan lingkungan.
Pembangunan RTLH milik Herwanto di RT 05 memasuki tahap awal dengan pengerjaan pondasi. Proses dimulai dari penggalian tanah, pemasangan batu pondasi hingga penyusunan material dasar bangunan. Pekerjaan tersebut dipimpin Kepala Tukang Serka Julianta bersama personel Satgas dan masyarakat setempat.
Menurut Julianta, pondasi menjadi bagian penting karena menentukan kekuatan struktur rumah ke depan. Karena itu, pengerjaan dilakukan secara teliti agar bangunan kokoh dan tahan lama.
“Kami berupaya maksimal agar pembangunan ini selesai tepat waktu dan benar-benar memberi manfaat bagi pemilik rumah,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Di lokasi berbeda, Satgas TMMD juga melaksanakan semenisasi jalan di RT 01. Jalan sepanjang 475 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 sentimeter itu diperkuat rangka besi untuk menunjang ketahanan konstruksi.
Peltu Juliansyah yang memimpin pengerjaan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar, mulai dari pengadukan material, pemasangan rangka besi hingga perataan cor beton. Meski di bawah terik matahari, personel Satgas dan warga tetap bekerja bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan.
“Kami pastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Jalan ini harus kuat dan bisa digunakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Peltu Juliansyah.
Ia menambahkan, kebersamaan antara Satgas dan warga menjadi kekuatan utama dalam percepatan pengerjaan di lapangan.
Semenisasi jalan ini diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara pembangunan RTLH ditujukan untuk menghadirkan hunian yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat.
Melalui program TMMD Wiltas ke-127, TNI tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dengan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Editor: Erwin