Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pemeliharaan rutin jaringan distribusi dan unit pembangkit pada Rabu (28/1/2026), sebagai langkah menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Manager ULP PLN Melak Agung Putra Raharjo mengatakan, pemeliharaan dilakukan secara terencana dan menyeluruh dengan melibatkan tim jaringan distribusi serta pembangkit. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kondisi peralatan, perawatan instalasi, hingga pengamanan sistem kelistrikan untuk memastikan seluruh infrastruktur beroperasi secara optimal dan aman.
“Pemeliharaan ini merupakan agenda rutin PLN untuk menjaga keandalan sistem. Dengan kondisi peralatan yang prima, potensi gangguan listrik dapat diminimalkan,” kata Agung kepada Korankaltim.com.
Selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan, terdapat pemadaman listrik di beberapa titik tertentu. Namun pemadaman tersebut bersifat terbatas dan tidak menyeluruh serta dilakukan semata-mata demi menjaga aspek keselamatan kerja.
“Memang ada titik-titik yang perlu dipadamkan sementara karena ada pekerjaan langsung pada jaringan. Ini murni untuk aspek safety, baik bagi petugas maupun masyarakat,” jelasnya.
Wilayah Mahulu memiliki tantangan tersendiri, mulai dari kondisi geografis yang berat hingga akses yang terbatas. Karena itu, kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan menjadi hal yang sangat penting agar pasokan listrik tetap stabil dan aman.
“Pemeliharaan rutin ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta kegiatan ekonomi di Mahulu,” ujar Agung lagi.
PLN ULP Melak juga mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat selama proses pemeliharaan berlangsung sampai selesai. Agung menegaskan, PLN berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan kelistrikan, khususnya di wilayah pedalaman.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan. Ke depan, PLN akan terus berupaya memberikan pelayanan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi seluruh pelanggan,” tutup Agung.
Editor: Aspian Nur