Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Benggeris RT 01 dan berdampak pada tiga unit rumah warga yang mengalami pergeseran tanah hingga sebagian bangunan amblas ke arah sungai.
Kapolsek Muara Lawa, Ipda Sapril, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 03.00 Wita di kawasan permukiman warga yang berada di pinggir sungai. Kondisi tanah yang labil akibat hujan deras membuat bangunan tidak lagi tertopang dengan kuat.
“Telah terjadi longsor dan pergeseran tanah di Kampung Benggeris RT 001, Kecamatan Muara Lawa, yang berdampak pada tiga unit rumah warga di bantaran Sungai Kedang Pahu,” ujar Sapril kepada Korankaltim.com.
Adapun rumah yang terdampak masing-masing milik Sirwanus, Yuhanis EM, dan Magdalena. Ketiga bangunan tersebut merupakan rumah berbahan kayu yang berdiri di atas tanah pinggir sungai.
Akibat pergeseran tanah, bagian belakang rumah, terutama dapur, mengalami kerusakan cukup parah dan sebagian terbawa longsoran.
Meski menimbulkan kerusakan material, Sapril memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Para penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri setelah merasakan adanya pergerakan tanah di sekitar permukiman.
“Korban jiwa nihil. Namun kerusakan material tidak dapat dihindari akibat pergeseran tanah,” jelasnya.
Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih relatif tinggi.
Warga diminta memantau kondisi tanah di sekitar rumah dan segera mencari tempat aman apabila muncul tanda-tanda longsor, seperti retakan tanah atau penurunan permukaan tanah.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat dilaporkan masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan serta menentukan langkah penanganan lanjutan.
Editor: Erwin