Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mengatakan pihaknya belum memastikan apakah anggaran SOA masih tersedia pada tahun ini.
Namun demikian, pemerintah daerah berharap program tersebut tetap dapat dilanjutkan karena dinilai sangat membantu masyarakat, terutama di wilayah hulu.
“Saya belum sempat mengecek apakah subsidi ongkos angkut itu masih ada atau tidak. Nanti akan kita lihat kembali. Harapan kita tentu anggaran bisa tersedia, karena itu sangat membantu,” ujar Suhuk kepada awak media.
Ia menjelaskan, subsidi ongkos angkut memiliki peran penting dalam menekan lonjakan harga kebutuhan pokok di dua kecamatan wilayah Hulu Riam, yakni Long Pahangai dan Long Apari.
Pasalnya, keterbatasan akses transportasi membuat biaya distribusi barang menjadi sangat tinggi.
“Khususnya di dua kecamatan di Hulu Riam. Kemarin kita tahu sempat ramai di media sosial karena harga beras melonjak tinggi sekali. Ongkos angkut ini sangat membantu masyarakat,” katanya.
Suhuk mengakui belum dapat memberikan kepastian terkait keberadaan anggaran SOA karena masih perlu dilakukan konfirmasi lanjutan dengan perangkat daerah terkait.
Meski demikian, Pemkab Mahulu berkomitmen mengupayakan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
“Maaf saya belum bisa mengklarifikasi langsung ada atau tidak, tapi nanti akan kita usahakan. Pelayanan ke masyarakat, khususnya di dua kecamatan ini, harus lebih diperhatikan,” tegasnya.
Selain ongkos angkut, Wabup juga menyoroti kondisi stok pangan di Mahulu yang mulai memasuki masa rawan seiring masuknya musim kemarau.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat baru memasuki masa tanam padi, sehingga potensi kekurangan beras perlu diantisipasi sejak dini.
“Sekarang sudah masuk musim kemarau. Ladang masyarakat baru masuk masa tanam, ini yang kita khawatirkan, jangan sampai masyarakat kekurangan beras,” tutupnya.
Editor: Erwin