Bupati Kubar Frederick Edwin menjelaskan, perencanaan pembangunan daerah harus berjalan selaras dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, agar program yang dirumuskan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“RKPD harus menjadi pedoman pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Edwin pada kegiatan tersebut.
Dalam penyusunan RKPD Kubar Tahun 2027, pemerintah daerah mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola Pemerintahan dan Pemenuhan Infrastruktur Menuju Stabilitas Ekonomi dan Iklim Investasi yang Kondusif Berbasis Agroindustri”.
Tema ini menekankan perbaikan kualitas tata kelola pemerintahan, pemerataan infrastruktur, serta penguatan ekonomi daerah melalui sektor unggulan agroindustri.
Pengembangan agroindustri memiliki peran strategis dalam menciptakan nilai tambah produk lokal, membuka lapangan kerja dan memperkuat struktur ekonomi daerah. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan tata kelola yang baik, iklim investasi di Kubar diharapkan semakin stabil dan kondusif.
Edwin juga mendorong lahirnya inovasi daerah, terutama dalam peningkatan pelayanan publik dan penguatan daya saing ekonomi berbasis potensi lokal. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif memberikan masukan dan rekomendasi konstruktif dalam penyusunan RKPD 2027.
“Partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan agar perencanaan pembangunan yang disusun benar-benar realistis dan sesuai kebutuhan daerah,” ujarnya.
Konsultasi publik ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari DPRD Kubar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, hingga perwakilan dunia usaha, lembaga adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perempuan, pemuda, serta Serikat Media Saber Kubar.
Hasil konsultasi publik ini akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD Kubar Tahun 2027 sebelum dibahas pada tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD.
Editor: Aspian Nur