Pria itu bernama Muhammad Ismail, anak buah kapal (ABK) Berkat Hikmah A4. Peristiwa terjadi saat Ismail bersama teman kerjanya beraktivitas diatas kapal yang berada di perairan Kampung Penyinggahan Ilir sekitar pukul 10.00 WITA pagi.
Keterangan dari Kasdi, saksi sekaligus teman Ismail menyebutkan, saat itu Ismail hendak naik ke atap kapal untuk membersihkan bagian atas. Kasdi yang lebih dulu berada di atas kapal sempat mengingatkan temannya itu agar naik menggunakan tangga karena sisi samping kapal dalam kondisi licin.
Namun Ismail kemudian mencoba naik melalui sisi samping kapal dan terpeleset kemudian jatuh ke sela antara Kapal Berkat Hikmah dan Kapal Berkat Ramadan yang berada berdampingan. Kasdi melihat kepala Ismail terbentur kayu pijakan di sisi kapal sebelum akhirnya terlepas dan tenggelam ke dalam air.
Melihat temannya tidak kembali muncul ke permukaan, Kasdi berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar kejadian tersebut langsung berdatangan dan melakukan pencarian secara mandiri. Sekitar 30 perahu milik warga dikerahkan untuk menyisir arah arus Sungai Mahakam, namun Ismail belum berhasil ditemukan.
Laporan kejadian tersebut kemudian diteruskan kepada pihak berwenang. Tim SAR gabungan dibentuk untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Operasi pencarian dipimpin Kapolsek Penyinggahan Iptu Suyoto dengan melibatkan BPBD Kabupaten Kutai Barat, Satpolairud Polres Kutai Barat, Brimob, Polsek Penyinggahan serta didukung Pemerintah Kecamatan Penyinggahan dan masyarakat setempat.
Tim gabungan melakukan penyisiran disepanjang Sungai Mahakam dengan radius pencarian sekitar 500 meter hingga 1 kilometer dari titik jatuhnya Ismail dengan mempertimbangkan arus sungai dan kondisi di lapangan.
“Kami bersama rekan-rekan sedang berupaya semaksimal mungkin menyisir area perairan di sekitar Kampung Penyinggahan Ilir. Fokus kami adalah menemukan korban secepat mungkin dengan mempertimbangkan arus sungai dan kondisi cuaca di lapangan,” ujar Suyoto kepada Korankaltim.com, Sabtu (17/1/2026).
Selain melakukan penyisiran di perairan, petugas juga berkoordinasi dengan warga dan nelayan yang beraktivitas di sekitar sungai untuk membantu pemantauan. Masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan Ismail.
Hingga berita ini diturunkan, Ismail masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan evaluasi berdasarkan kondisi di lapangan.
Editor: Aspian Nur