Turnamen futsal ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk menyalurkan minat, bakat, serta energi mereka ke arah yang positif.
Dukungannya terhadap turnamen tersebut dilandasi oleh inisiatif dan semangat anak-anak muda yang ingin menghadirkan kegiatan olahraga di Kubar.
Ia menilai, kegiatan seperti ini perlu terus didorong karena mampu memberi ruang ekspresi sekaligus pembinaan bagi generasi muda.
“Kegiatan ini lahir dari inisiatif anak-anak muda. Ini hal yang sangat positif karena mereka punya ruang untuk menyalurkan kreativitas dan energi ke kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Sabtu (10/1/2026).
Secara khusus, Rita mengaku salut dan bangga terhadap kegigihan anak-anak muda Kubar yang mampu menggelar turnamen futsal tersebut.
Ia menilai peran panitia yang digawangi oleh Arik Andrew Refanza menunjukkan bahwa generasi muda memiliki semangat, kepedulian, dan kemampuan dalam menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
“Saya salut dan bangga dengan kegigihan anak-anak muda Barong yang digawangi oleh saudara Arik Andrew. Ini bukti bahwa anak muda kita punya semangat dan kepedulian untuk membangun ruang-ruang positif melalui olahraga,” katanya.
Ia menilai, olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan adanya aktivitas olahraga yang rutin, anak-anak muda akan lebih fokus pada kegiatan positif dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif.
“Kalau anak-anak muda sibuk dengan kegiatan olahraga, mereka tidak punya waktu untuk hal-hal negatif seperti narkoba, judi online, atau mabuk-mabukan. Karena itu, menyediakan ruang aktivitas positif seperti ini sangat penting,” ujarnya.
Rita berharap Kebangkitan Futsal Open Tournament tidak berhenti hanya sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin. Bahkan, ia menginginkan turnamen ini ke depan bisa dikemas lebih baik dan dikembangkan sebagai ajang tahunan, layaknya piala bergilir.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberlanjutan turnamen futsal membutuhkan dukungan banyak pihak. Menurutnya, kegiatan olahraga tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak saja, melainkan perlu keterlibatan bersama, baik dari pemerintah, sponsor, maupun perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kubar.
“Kegiatan seperti ini perlu dukungan bersama. Perlu keterlibatan sponsor dan perusahaan-perusahaan agar turnamen bisa berjalan secara konsisten dan berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Rita juga berharap ke depan turnamen futsal dapat lebih difokuskan pada pembinaan atlet lokal Kubar. Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan keikutsertaan tim dari luar daerah karena dinilai tetap memberikan pengalaman dan warna tersendiri dalam kompetisi.
“Kalau bisa, pembinaan atlet dari Kutai Barat lebih diperkuat. Tapi kehadiran peserta dari luar daerah juga penting sebagai pembanding dan pengalaman bagi atlet lokal,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Rita menilai pelaksanaan Kebangkitan Futsal Open Tournament berjalan dengan lancar dan sukses. Ia berharap ke depan kegiatan serupa dapat diselenggarakan dengan lebih baik lagi, minim kendala, serta memberi manfaat nyata bagi pembinaan generasi muda di Kubar.
Editor: Erwin