Di tengah ramainya kunjungan, akses alternatif menuju kawasan wisata Jantur Inar melalui Kampung Sentalar mulai dimanfaatkan oleh pengunjung.
Jalur ini menjadi pilihan sebagian wisatawan karena dinilai lebih aman dan nyaman dibandingkan akses lama yang selama ini dikenal cukup ekstrem dengan tangga curam.
Pada akses alternatif tersebut, tangga curam yang sebelumnya harus dilalui pengunjung kini mulai digantikan dengan jembatan kayu yang menyusuri aliran sungai.
Jalur ini memudahkan wisatawan menuju kawasan utama air terjun. Sejumlah fasilitas pendukung seperti gazebo juga disiapkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Meski masih dalam tahap pembangunan, akses alternatif tersebut sudah digunakan oleh warga dan wisatawan yang berkunjung ke Jantur Inar. Jalur ini dinilai lebih landai dan mudah dilalui, terutama saat kawasan wisata dalam kondisi ramai.
Maika, salah seorang pengunjung Jantur Inar, mengatakan keberadaan akses alternatif tersebut cukup membantu, khususnya bagi wisatawan yang datang bersama keluarga. Menurutnya, jalur lama kerap menjadi kendala karena cukup melelahkan dan berisiko.
“Kalau lewat tangga curam memang agak berat, apalagi kalau ramai. Akses yang baru ini jauh lebih nyaman dan terasa aman. Harapannya bisa cepat selesai supaya pengunjung lebih leluasa,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Minggu (4/1/2026).
Keberadaan jalur alternatif ini memberi pilihan akses bagi pengunjung sekaligus membantu mengurangi kepadatan di jalur lama saat kunjungan meningkat.
Pengunjung yang melintas pun tetap diimbau berhati-hati, mengingat beberapa bagian akses masih dalam proses penyempurnaan.
Jantur Inar dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kutai Barat. Keindahan air terjun dan lingkungan alam yang masih terjaga membuat kawasan ini kerap menjadi tujuan wisata masyarakat saat akhir pekan maupun musim libur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan lonjakan pengunjung biasa terjadi pada puncak libur akhir tahun, terutama di destinasi wisata alam unggulan daerah.
Ia mengingatkan pengunjung agar tetap berhati-hati selama berada di kawasan wisata, baik dari sisi keselamatan pribadi maupun saat berkendara menuju lokasi. Kesiapan kendaraan serta kepatuhan terhadap aturan keselamatan dinilai penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Tak hanya soal keamanan, Sumardi juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di area wisata. Menurutnya, kesadaran pengunjung dalam menjaga lingkungan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan bersama dan keberlanjutan destinasi wisata.
“Apalagi kondisi cuaca belakangan ini kurang bersahabat, terutama untuk wisata yang berkaitan dengan air. Pengunjung sebaiknya memastikan kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum berangkat,” tutupnya.
Editor: Erwin