Ketua RT 02 Simpang Raya, Eronius Tenaq, mengatakan penutupan jalan merupakan tindak lanjut dari hasil rapat antara warga, instansi terkait, dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Rapat tersebut dilaksanakan di Hotel Sudodadi pada 23 Februari 2025 dan telah menghasilkan kesepakatan perbaikan jalan.
“Namun sejak tanggal 23 Februari sampai hari ini belum ada aktivitas perbaikan sama sekali. Karena itu kami mengambil sikap ini,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Ia menegaskan, aksi penutupan jalan bukan dimaksudkan untuk menghambat aktivitas perusahaan, melainkan untuk meminta perhatian agar akses jalan dapat digunakan secara aman oleh semua pihak, baik masyarakat maupun kendaraan perusahaan.
“Kami hanya ingin jalan ini bisa dilalui dengan nyaman dan meminimalisir kecelakaan yang sering terjadi di lokasi ini,” ujarnya.
Kondisi jalan di Simpang Raya, lanjut Eronius, sudah sangat memprihatinkan. Lubang-lubang dalam di badan jalan kerap membuat kendaraan terperosok. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah bus perusahaan dilaporkan sempat tergantung dan tidak dapat melintas akibat kedalaman lubang yang mencapai sekitar 70 hingga 80 sentimeter.
Dalam aksi tersebut, warga mengarahkan kendaraan roda empat, khususnya angkutan perusahaan, untuk putar balik. Sementara kendaraan masyarakat umum masih diperbolehkan melintas secara terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Asisten II Sekretariat Kabupaten Kubar, Ali Sadikin, menegaskan perbaikan jalan harus segera dilakukan.
Ia menyebut perusahaan telah menyiapkan material berupa batu split sekitar 80 rit serta mengerahkan alat berat ke lokasi.
“Harus siap dan harus diperbaiki. Hari ini harus ada tindakan yang konkret. Kalau tidak ada realisasi hari ini, masyarakat tetap akan menutup jalan,” tegas Ali Sadikin.
Ia menambahkan, apabila pekerjaan perbaikan sudah mulai dilakukan secara nyata, maka akses jalan akan kembali dibuka oleh warga.
Terkait peran pemerintah pusat, Ali Sadikin memastikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) akan mulai melakukan perbaikan jalan mulai hari ini. Perbaikan direncanakan sepanjang sekitar 66 kilometer, dimulai dari ruas jalan nasional hingga ke Simpang SMA.
“Mayoritas jalan yang rusak merupakan jalan nasional. Untuk ruas kewenangan balai akan ditangani BPJN, sementara ruas lainnya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, PMKAP, dan perusahaan,” jelasnya.
Ia juga memastikan sejumlah perusahaan, termasuk perusahaan sawit, telah menyatakan komitmennya untuk terlibat dalam perbaikan jalan tersebut.
“Masih ada sekitar lima perusahaan yang terlibat dan hari ini langsung bergerak,” pungkasnya.
Editor: Erwin