Bantuan tersebut diserahkan kepada Kelompok Tani Situ Urip Kampung Linggang Purworejo dan diharapkan mampu menunjang peningkatan produktivitas sektor pertanian, khususnya hortikultura.
Rita menjelaskan, setiap bantuan yang ia perjuangkan selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah penerima. Menurutnya, daerah ini merupakan kawasan dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, sehingga sarana pengolahan lahan menjadi kebutuhan utama.
“Yang paling penting itu kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat. Karena di wilayah ini masyarakatnya bertani, maka bantuan yang diberikan juga harus berkaitan langsung dengan pertanian, seperti hand tractor atau alat pengolah tanah,” ujarnya kepada korankaltim.com, Kamis (1/1/2026).
Sebelumnya bantuan yang ia salurkan menyasar kelompok nelayan, sehingga jenis bantuannya pun menyesuaikan dengan aktivitas masyarakat pesisir sungai. Pola tersebut, kata dia, akan terus diterapkan agar setiap bantuan benar-benar tepat guna dan memberi manfaat nyata.
“Prinsip saya sederhana, lihat dulu kepentingan masyarakatnya. Kalau nelayan ya bantuannya untuk nelayan, kalau petani ya bantuannya untuk pertanian. Itu yang utama,” tegasnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kubar Maliki mengapresiasi perhatian pemerintah daerah melalui anggota DPRD Rita Asmara dalam mendukung sektor pertanian. Ia menyebut, bantuan yang diserahkan berupa alsintan dan traktor tangan jenis kultivator yang akan dimanfaatkan untuk pengolahan lahan hortikultura, terutama tanaman cabai yang selama ini telah dikembangkan kelompok tani.
“Dengan adanya kultivator ini, pengolahan tanah bisa dilakukan lebih efektif. Harapannya, produksi hortikultura, khususnya cabai, dapat meningkat karena proses pengolahan lahannya lebih cepat dan optimal,” ujarnya.
Pascapenyerahan bantuan, Dinas Pertanian juga telah memprogramkan pendampingan bagi kelompok tani penerima. Pendampingan tersebut meliputi bimbingan teknis bagi operator alsintan agar memahami cara penggunaan dan perawatan alat secara benar. “Setiap kelompok penerima alsintan akan kami dampingi. Tujuannya supaya alat yang diberikan bisa digunakan secara optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Situ Urip Edi mengaku bantuan hand tractor ini sangat membantu para petani dalam mengolah lahan. Menurutnya, alat tersebut akan digunakan secara bergiliran oleh anggota kelompok untuk mengolah berbagai komoditas hortikultura. “Manfaat utamanya tentu mempermudah dan mempercepat pengolahan lahan. Alat ini akan kami gunakan untuk cabai, jagung, kacang-kacangan, mentimun, terong, pare, dan komoditas lainnya,” jelas Edi.
Ia optimistis bantuan tersebut mampu menunjang produktivitas pertanian dan mempercepat proses tanam. Ke depan, Edi berharap pemerintah terus memberi perhatian kepada petani, baik melalui bantuan alsintan, pupuk, maupun bibit, sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Rita berharap hand tractor yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani. Dengan adanya alat pengolah tanah, beban kerja petani diharapkan berkurang dan hasil panen bisa meningkat.
“Selain meningkatkan produksi, alat ini juga membantu meringankan tenaga petani. Harapan saya, hasil panen lebih melimpah dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” pungkasnya. (*)