Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mahakam Ulu (BPBD Mahulu) Agus Darmawan yang menyebut jarak yang cukup jauh menyulitkan penanganan bencana secara cepat dalam waktu 1x24 jam. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat BPBD untuk tetap memberikan respons maksimal.
“Kendalanya memang jarak dan topografi, terutama di dua kecamatan perbatasan yang terlalu jauh untuk penanggulangan bencana secara cepat. Namun hal ini tidak menyurutkan kami karena akan bekerja sama dengan warga sebagai relawan,” ujar Agus Darmawan kepada Korankaltim.com, Selasa (16/12/2025).
BPBD Mahakam Ulu saat ini juga tengah menyusun rencana penanggulangan bencana yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Dokumen tersebut mencakup rencana kontinjensi serta komitmen tertulis pemerintah daerah dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.
“Kami sudah membuat rencana penanggulangan bencana, mudah-mudahan akhir tahun ini rencana kontinjensi dan dokumen komitmen pemerintah bisa selesai, sebagai bentuk keseriusan dalam penanganan bencana di Mahakam Ulu,” kata Agus lagi.
Terkait konsep karnaval yang ditampilkan BPBD untuk memeriahkan HUT Mahulu ke-12, Senin (15/12/2025) kemarin, Agus menyebut pihaknya mengusung bentuk speedboat sebagai simbol utama karena speedboat merupakan moda transportasi andalan masyarakat Mahakam Ulu.
“Speedboat kami ibaratkan sebagai moda transportasi tercepat saat ini. Dengan kecepatan tersebut, harapannya penanggulangan bencana di Mahakam Ulu bisa semakin cepat, semakin maju, dan semakin melaju,” tutup Agus.
Editor: Aspian Nur