“Harapan saya untuk Mahakam Ulu tentunya semakin jaya dan semakin maju. Walaupun kita masih dalam tahap berkembang, tapi tidak apa-apa. Saya yakin percepatan pembangunan akan terus kita lakukan,” ujar Angela saat diwawancara media usai mengikuti Misa Syukur HUT Mahulu ke-12 di Gereja Santo Bonifasius Ujoh Bilang.
Ia menegaskan, kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan utama pembangunan daerah.
“Saya berharap perekonomian Mahakam Ulu terus berkembang dan masyarakat Mahakam Ulu sejahtera. Itu yang paling utama bagi saya,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas wilayah hulu dan hilir.
“Doakan saya dan seluruh jajaran bisa menembus ke pusat, sehingga jalan dari Ujoh Bilang ke Long Apari bisa kita kerjakan secepat mungkin,” ungkapnya.
Menurut Angela, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah hilir, tetapi harus dirasakan hingga ke daerah ulu.
“Saya ingin masyarakat Mahakam Ulu tidak hanya di daerah ilir, tetapi daerah ulu juga harus sejahtera dan maju bersama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Kabupaten Mahakam Ulu.
“Selamat hari ulang tahun untuk Mahakam Ulu tercinta. Semoga kita semua disertai kebahagiaan dan dibimbing oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.
Dalam suasana penuh haru, Angela turut mengisahkan pengalaman rohaniwan yang melayani di Mahulu, Pastor Ardha, Pastor Pendamping di Paroki Hati Kudus Yesus Laham yang awalnya terkejut dengan keterbatasan infrastruktur daerah.
“Beliau tadi bercerita, saat pertama datang ke Mahakam Ulu kaget dengan kondisi listrik, jaringan internet, dan komunikasi yang jauh berbeda dari kota,” tuturnya.
Namun seiring waktu, Bupati meyakini pengabdian tersebut berbuah kebahagiaan.
“Sekarang saya percaya Pastor Ardha sudah bahagia berada di Mahakam Ulu dan melayani masyarakat. Dari situ saya merasakan bahwa pengorbanan itu setimpal,” ungkap Angela.
Ia juga menyampaikan refleksi pribadi tentang pengorbanan meninggalkan keluarga demi pengabdian di Mahulu.
“Saya meninggalkan anak-anak di Samarinda, seperti Pastor Ardha meninggalkan keluarga di Bogor. Tapi itu terasa seimbang karena di sini saya memiliki putra-putri Mahakam Ulu yang terus memberi saya kekuatan,” tutupnya.
Editor: Erwin