Kegiatan tersebut menjadi momentum pemkab untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, melestarikan kuliner tradisional serta mendorong inovasi produk lokal.
Asisten I Setkab Mahulu Agustinus Teguh Santoso mewakili Bupati Angela Idang Belawan menyebut Mahulu memiliki kekayaan pangan dan budaya yang harus dijaga di tengah perubahan pola konsumsi dan derasnya produk luar daerah.
“Pangan bukan sekadar kebutuhan harian, tetapi bagian dari identitas budaya. Karena itu semua harus mengolah dan mengembangkan pangan lokal agar tetap lestari dan bernilai tambah,” kata Agustinus.
Festival pangan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang ketahanan pangan, memperluas daya saing UMKM hingga membangun kerja sama lintas sektor antara petani, dunia pendidikan, pelaku usaha dan pemerintah daerah. Semangat tersebut selaras dengan tema HUT Mahakam Ulu Ke-12, Bersatu Untuk Melaju.
Selain menjadi ajang promosi produk lokal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Mahulu dalam memperkuat kedaulatan pangan melalui inovasi, pemerataan akses, dan pembangunan berkelanjutan.
“Festival ini bukan hanya perayaan, tetapi bagian dari perjalanan besar Mahakam Ulu untuk memastikan pembangunan pangan yang maju, merata, dan berkelanjutan,” sebutnya lagi.
Pemkab Mahulu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh UMKM, kelompok tani, Duta B2SA, komunitas pangan serta masyarakat yang berpartisipasi dalam festival perdana ini.
Editor: Aspian Nur