Bupati mengatakan sebagian besar konstruksi utama telah rampung dan kini hanya menunggu penyelesaian beberapa bangunan pendukung.
“Senang, tentunya saya sangat senang karena melihat progres yang sudah luar biasa. Sudah hampir selesai, tinggal bangunan-bangunan pendukung saja,” ujarnya saat ditemui usai peninjauan, Jumat, (14/11/2025).
Ia optimistis bandara tersebut dapat mulai dimanfaatkan pada pertengahan 2026 dan menyebut Dinas Perhubungan akan menjajaki pengurusan Radio Bandar Udara (RBU) sebagai salah satu syarat teknis operasional.
“Jadi tahun depan setidaknya pesawat perintis dulu bisa mengurangi kesusahan kita di Mahakam Ulu, terutama soal transportasi yang biayanya masih besar,” tambahnya.
Meski demikian, terdapat beberapa pekerjaan yang masih harus diselesaikan, termasuk pemasangan pagar keliling area darat dan udara.
Pihak kontraktor menargetkan pekerjaan berjalan hingga akhir tahun, namun ada kemungkinan pengajuan adendum waktu sekitar 50 hari akibat faktor cuaca.
“Tapi saya mintanya jangan sampai lewat tenggat waktu. Cuaca kita kadang tidak bisa diprediksi,” tegasnya.
Terkait perizinan, ia menjelaskan seluruh proses harus melalui peninjauan dari Kementerian Perhubungan untuk menentukan kelayakan operasional bandara.
Angela tekankan pembangunan bandara bukan bagian dari program 100 hari kerjanya, karena proyek tersebut memiliki standar dan regulasi ketat yang tidak bisa dipercepat sembarangan.
“Yang utama adalah jalan dan jembatan, selesai pada tahun ini. Kalau bandara, kita tidak bisa push selesai sekarang karena banyak regulasi yang harus sesuai. Ini menyangkut nyawa banyak orang,” tutupnya.
Editor: Erwin