Camat Penyinggahan Gusti Muhamad Fadli mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan telah dikonsolidasikan bersama Wakil Bupati Kutai Barat H Nanang Andriani melalui kegiatan ekspos dan koordinasi dengan seluruh kecamatan peserta.
“Kami sudah ekspose bersama wakil bupati terkait persiapan penyelenggaraan MTQ ke-17 dengan memberikan informasi kepada kecamatan peserta,” kata Fadli kepada Koranaltim.com, Rabu (12/11/2025).
Seluruh arena utama kegiatan kini telah siap digunakan. Peralatan milik vendor pun sebagian besar sudah dimobilisasi ke lokasi pelaksanaan.
“Kami sudah memastikan melalui panitia pelaksana yang dibantu LO (liaison officer) kalau per hari ini arena yang menjadi titik penyelenggaraan MTQ sudah siap,” jelasnya.
Lokasi kegiatan dinilai cukup strategis karena berada di jantung ibu kota kecamatan. Dengan jarak wilayah yang relatif pendek, hanya sekitar tiga kilometer dari ujung ke ujung, seluruh titik kegiatan dapat dijangkau dengan mudah oleh peserta maupun pengunjung.
“Untuk arena satu sampai tiga berdekatan jaraknya. Sementara panggung utama dan VIP kita tempatkan di tengah kecamatan,” ujar Fadli lagi.
Selain arena utama, Fadli menyebut fasilitas pendukung seperti pemondokan peserta dan akses jalan telah dipersiapkan dengan baik. Kecamatan Penyinggahan juga memiliki keunggulan akses transportasi ganda, dapat dijangkau melalui jalur darat maupun sungai karena berada di tepian Sungai Mahakam.
“Pemondokan peserta juga kita pastikan sudah siap. Akses darat sudah dibersihkan setelah sebelumnya jalan tertutup semak di kiri dan kanan. Awalnya hanya muat satu mobil, tapi sekarang sudah bisa berpapasan,” jelasnya.
Sebagai tuan rumah, Kecamatan Penyinggahan akan menurunkan 76 peserta. Fadli berharap penyelenggaraan MTQ kali ini berjalan lancar sekaligus mampu mengantarkan kafilah Penyinggahan meraih prestasi terbaik.
“Kami mengutamakan sukses penyelenggaraan. Tapi kalau bisa meraih gelar juara umum, ya Alhamdulillah,” sebutnya.
Lebih dari sekadar ajang syiar Islam, Fadli menilai MTQ ke-17 juga menjadi momentum untuk mempromosikan potensi ekonomi lokal masyarakat Penyinggahan.
“Momen ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk memasarkan produk UMKM lokal seperti gula semut, kerupuk bumbu, dan olahan ikan lainnya,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur