Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup Suhuk, kegiatan ini disebut sebagai momentum mempererat persaudaraan lintas iman di Mahulu.
“Di tanah Mahakam Ulu yang kaya keberagaman, kita belajar membangun harmoni melalui kepercayaan dan kerja sama tulus,” ujar Suhuk.
Ia menegaskan, Mahulu dengan lima kecamatan dan berbagai latar sosial menjadi miniatur Indonesia yang menjunjung semangat toleransi. Sejak berdiri tahun 2018, FKUB Mahulu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan antarumat.
Lembaga ini aktif mencegah potensi konflik dan memperkuat kerja sama lintas agama di tingkat masyarakat. “Kerja sama antara FKUB Mahulu dan FKUB Kaltim memperkuat kapasitas kelembagaan dan nilai kebersamaan,” jelas Suhuk.
Selain mempererat hubungan antarpengurus, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog menyiapkan Rapat Koordinasi Daerah FKUB Tahun 2025. Para peserta membahas tantangan kelembagaan dan langkah menjaga kehidupan sosial yang inklusif.
Suhuk menekankan, kerukunan bukan hanya urusan rohani, tetapi juga dasar penting bagi pembangunan yang berkeadilan.
“Kerukunan antarumat beragama adalah fondasi pembangunan. Tanpa kedamaian, tidak ada ruang bagi kemajuan,” tegasnya. (adv/prokopim/lx/jih/ha)