Sekretaris Dispora Kubar Alkatib menjelaskan, lomba yang berlangsung lima hari itu diikuti 24 tim terdiri dari beregu putra dan 8 regu putri, dengan masing-masing regu beranggotakan 12 pendayung. Peserta tidak hanya berasal dari Melak, tetapi juga dari Tering, Muara Lawa dan beberapa kecamatan lain di Kubar.
“Antusias peserta sangat tinggi. Lomba ini bukan hanya hiburan rakyat, tapi juga bagian dari pelestarian olahraga tradisional dan pembinaan atlet daerah,” kata Alkatib kepada Korankaltim.com, Kamis (30/10/2025).
Lomba perahu naga memiliki makna filosofi dalam membangun kekompakan dan kerja sama masyarakat. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan pemerintah daerah.
Selain itu, keberhasilan tim nasional Indonesia meraih medali emas pada ajang The World Games 2025 di Chengdu, Tiongkok lalu disebutnya menjadi motivasi bagi Kubar untuk terus mengembangkan olahraga tradisional.
“Kami berharap Kubar juga bisa melahirkan atlet perahu naga berprestasi hingga tingkat nasional,” papar Alkatib.
Koordinator lomba Fahrizani menambahkan, pelaksanaan di Sungai Mahakam memiliki tantangan tersendiri. “Arus sungai cukup padat, sehingga jadwal lomba kami atur agar aman dan tidak mengganggu aktivitas pelayaran,” jelas Fahrizani.
Yudi, peserta lomba dari Tim Melak Seberang mengaku senang bisa berpartisipasi dan menilai lomba ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun,” ujar Yudi.
Editor: Aspian Nur