Angela menceritakan, pertemuan dengan Hetifah terjadi secara tidak terduga saat perjalanan dari Jakarta menuju Samarinda. Dalam kesempatan itu, Hetifah menyampaikan kesediaannya untuk membantu pengadaan buku-buku bagi masyarakat Mahulu.
“Saya bertemu dengan Ibu Hetifah, dan dari situ saya merasa bahwa semua hal memang sudah ditakdirkan Tuhan. Beliau sangat ingin membantu, bahkan berkomitmen memberikan bantuan buku-buku untuk kita di Mahakam Ulu,” ujar Angela kepada Korankaltim.com.
Dalam perbincangan tersebut, Hetifah juga menanyakan mengenai ketersediaan perpustakaan daerah di Mahakam Ulu. Angela pun menjelaskan saat ini Pemerintah Kabupaten Mahulu sedang memproses pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
“Saya sampaikan kepada beliau kami sedang dalam pengurusan OPD baru. Beliau sangat konsen di bidang pendidikan dan menyanggupi untuk membantu,” ungkap Angela.
Kepedulian Hetifah terhadap pendidikan di Mahulu merupakan bentuk perhatian yang luar biasa, terlebih karena Hetifah bukan berasal dari Kalimantan Timur.
“Beliau itu luar biasa. Meskipun bukan orang Kaltim, tapi punya jiwa yang sangat peduli terhadap daerah kita. Bahkan sepertinya beliau satu-satunya anggota DPR RI yang sudah sampai ke Ulu Mahakam,” tutur Angela.
Selain bidang pendidikan, Hetifah juga memberikan dukungan terhadap pengembangan kebudayaan di Mahulu, termasuk Festival Hudoq Pekayang yang telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
“Beliau menyarankan agar tahun depan kita segera menyiapkan proposal supaya bisa mendapat bantuan dari pusat. Itu bentuk perhatian beliau terhadap pengembangan budaya Mahakam Ulu,” jelas Angela.
Pertemuan yang berlangsung selama dua jam di pesawat itu disebut Angela sebagai momen yang membangkitkan semangat baru untuk terus memperjuangkan kemajuan Mahulu.
“Ngobrol dua jam dengan beliau membuat saya bersemangat. Beliau orangnya sangat rendah hati dan terbuka. Saya anggap itu rezeki pagi hari,” ucapnya.
Upaya untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, merupakan bagian dari komitmennya dalam mempercepat pembangunan di Mahulu.
“Yang penting berusaha dulu, hasilnya biarlah Tuhan yang menentukan. Kalau ada yang belum puas, berarti masih ada yang perlu diperbaiki,” tutup Angela.
Editor: Aspian Nur