Ajang tahunan ini kembali menjadi ruang pertemuan masyarakat lintas budaya, sekaligus wujud rasa syukur atas perjalanan pembangunan daerah. Bupati Kubar Frederick Edwin mengatakan, perayaan hari jadi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meneguhkan komitmen menjaga warisan budaya.
“Melalui harmoni dalam keberagaman budaya, kita belajar menghargai perbedaan, memperkuat persatuan, serta menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas dan jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan,” ujar Edwin Kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Rangkaian Festival Dahau tahun ini diisi beragam kegiatan, mulai dari pameran para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), stand kuliner dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) hingga pentas seni, olahraga tradisional, lomba budaya, layanan kesehatan gratis dan donor darah, berlangsung selama 16 hari dari 23 Oktober hingga 7 November bulan depan.
Sejumlah kegiatan turut memeriahkan acara, seperti tari kolosal, parade budaya nusantara, lomba kuliner khas Kubar, fun bike, hingga pemecahan Rekor MURI dengan penggunaan tutup kepala khas daerah yaitu Kesapuq dan Tudung.
Edwin berharap Festival Dahau tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana menumbuhkan kebanggaan daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Melalui festival kuliner dan kegiatan kerakyatan lainnya, semoga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis budaya,” sebut Edwin.
Masyarakat dijaga menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung. “Tunjukkan masyarakat Kubar adalah masyarakat yang ramah, toleran, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” imbaunya.
Sementara Ketua Panitia Festival Dahau 2025 FX Sumardi menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Kubar dalam melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.
“Selain memperingati hari jadi, festival ini juga menjadi penghormatan kepada para pendiri Kubar serta wadah generasi muda untuk berperan aktif menjaga budaya di tengah arus globalisasi,” terang Sumardi.
Festival Dahau menjadi ajang yang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional hingga internasional, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Editor: Aspian Nur