Salah satu langkah yang kini dijalankan adalah kegiatan Sadar Lalu Lintas untuk Usia Tumbuh (SALUT), sebuah program edukatif yang dikemas dengan cara menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan SALUT ini dirancang sebagai agenda rutin untuk memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak tentang pentingnya mematuhi rambu dan aturan lalu lintas.
Melalui pendekatan bermain sambil belajar, anak-anak diperkenalkan pada berbagai aspek keselamatan jalan.
“Jadi SALUT itu kegiatan yang nanti memang rutin kami lakukan, bagaimana kami memberikan semacam didikan dasar bagi anak-anak usia dini agar mereka paham mengenai tertibnya berlalu lintas dan pentingnya keselamatan,” ujar Kepala Dishub Mahulu, Fransiskus Xaverius Lawing saat dihubungi, Minggu, (12/10/2025).
Selain SALUT, Dishub Mahulu juga menghadirkan Ruang Permainan Anak atau RUPA, sebuah fasilitas yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak pegawai, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.
Ruang ini menjadi tempat anak bermain sambil belajar mengenai keselamatan berlalu lintas, sekaligus membantu orang tua mengatur waktu antara pekerjaan dan pengasuhan.
“RUPA ini kami siapkan untuk membantu pegawai, khususnya ibu-ibu muda yang bekerja tapi memiliki anak kecil. Anak bisa bermain dan belajar sambil tetap diawasi. Fasilitas ini juga bisa dimanfaatkan anak-anak TK maupun masyarakat yang sedang berada di pelabuhan,” jelasnya.
Melalui kedua inovasi tersebut, Dishub Mahulu berharap generasi muda dapat tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kedisiplinan dalam berlalu lintas sejak dini.
Editor: Erwin