Sejak pagi, warga berdatangan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis dari Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan III yang bersandar di Melak.
Program pelayanan kesehatan gratis yang diinisiasi Yayasan Dokter Peduli (DoctorSHARE) ini telah dimulai, Senin (6/10/2025). Hingga hari ini, antusiasme masyarakat tak surut. Ratusan warga dari berbagai wilayah di Kubat silih berganti datang untuk memeriksakan kesehatan mereka.
Bagi warga seperti Mustain (54), kehadiran kapal rumah sakit ini terasa sangat berarti.
“Kami masyarakat di sini sangat berterima kasih atas program ini. Sangat membantu, terutama bagi yang sudah tua dan tidak sanggup lagi pergi jauh,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Sabtu (11/10/2025).
Warga Melak Ilir itu sempat memeriksa asam urat dan kolesterolnya. Ia mengaku puas dengan pelayanan tim medis.
“Dokternya ramah, semua keluhan dijawab, dikasih obat juga, semuanya gratis. Pokoknya sangat membantu,” tuturnya.
Program Manager DoctorSHARE, Juldedi Raya Saragih, mengatakan RSA dr. Lie Dharmawan III menyediakan berbagai layanan, mulai dari poli umum, kandungan dan kebidanan, anak, penyakit dalam, hingga tindakan bedah.
“Masyarakat cukup membawa KTP atau KK untuk pendaftaran. Kami juga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lokal agar kapasitas mereka meningkat,” jelasnya.
Juldedi menambahkan, jadwal pelayanan spesialis sempat disesuaikan dari semula 9-13 Oktober menjadi 11-13 Oktober 2025. Penyesuaian dilakukan untuk menyesuaikan kedatangan tim dokter spesialis.
RSA dr. Lie Dharmawan III menjadi kapal rumah sakit pertama yang beroperasi di wilayah sungai Mahakam. Sebelumnya, program serupa lebih banyak menjangkau daerah pesisir dan laut. Kehadirannya disambut hangat oleh warga bantaran Mahakam.
“Biasanya kami berobat ke puskesmas di kecamatan. Sekarang bisa di sini, meski antre, tapi senang karena pelayanannya ramah dan gratis,” kata Nuraini (38), warga Muara Jawaq yang datang bersama keluarganya.
Layanan RSA di Melak dijadwalkan berlangsung hingga 13 Oktober, sebelum berlayar menuju Kecamatan Muara Pahu pada 17-24 Oktober 2025. Program ini diharapkan membuka akses kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat pedalaman dan pesisir sungai di Kubar.
Editor: Erwin