Pihaknya berkomitmen untuk bersinergi bersama pemerintah daerah dalam mencari strategi khusus agar program tersebut dapat segera terealisasi.
“Terkait MBG, sampai hari ini memang belum berjalan. Kabupaten Mahakam Ulu tentunya akan bersinergi bagaimana kita mencari strategi-strategi khusus supaya MBG ini bisa berjalan,” ujar Devung Paran, Selasa, (7/10/2025).
Menurutnya, salah satu tantangan utama pelaksanaan Program MBG di Mahulu adalah kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai, terutama akses menuju Kecamatan Long Apari.
Ia menilai pembangunan jalan harus menjadi prioritas utama untuk memperlancar distribusi pangan ke wilayah-wilayah terpencil.
“Program pembangunan jalan harus betul-betul kita prioritaskan, kita buka sampai ke Kecamatan Long Apari. Kita ketahui hampir setiap tahun daerah itu mengalami kelangkaan ketersediaan pangan akibat kemarau dan akses jalan yang masih parah,” jelasnya.
Diakuinya, DPRD bersama pemerintah daerah akan terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan hingga ke Long Apari demi menjamin ketahanan pangan masyarakat.
Ia juga menjelaskan DPRD, melalui Komisi II yang bermitra dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), juga akan memfokuskan perhatian pada sektor pertanian sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ke depan kami juga akan fokus pada anggaran, karena dengan adanya efisiensi dari pemerintah pusat, kemungkinan akan ada revisi RKPD. Kami akan fokus di ketahanan pangan. Harapannya PAD Mahulu bisa bersumber dari pertanian,” tuturnya.
Editor: Erwin