Acara ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Bonifasius bersama Wakil Bupati Yohanes Avun untuk periode 2021–2025 dan dimulainya masa bakti baru Angela Idang Belawan dan Wakil Bupati Suhuk, untuk periode 2025–2030.
Dalam sambutannya, Bonifasius Belawan Geh menyampaikan rasa syukur dan haru atas selesainya masa jabatan tanpa hambatan, sembari menegaskan pentingnya semangat kesatuan dan persatuan dalam membangun daerah.
”Sepuluh tahun saya mengemban amanah sebagai Bupati Mahakam Ulu adalah sepuluh tahun yang mendewasakan. Kita berangkat dari keterisolasian dan keterbatasan, namun kita tidak pernah menyerah. Kita bangun jalan yang menembus batas, jembatan yang menyambung harapan, hingga memperjuangkan bandara untuk membuka konektivitas yang lebih luas,” ujarnya.
ia turut berikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran ASN, DPRD, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat kampung. Sebab, menurutnya kunci keberhasilan daerah adalah kerja sama dan komunikasi yang harmonis lintas sektor.
”Tidak ada satu pun yang bisa kita lakukan jika kita terus berselisih paham. Tugas utama setiap warga negara adalah membina dan mempertahankan lingkungan sosial yang diliputi semangat persatuan dan kesatuan yang kokoh,” tegasnya.
Dengan nada penuh kehangatan, Bonifasius berpamitan sebagai kepala daerah, namun menegaskan bahwa dirinya tetap menjadi bagian dari keluarga besar Mahakam Ulu.
“Hari ini saya berpamitan sebagai Kepala Daerah, namun saya tidak akan pernah berpamitan sebagai bagian dari keluarga besar Mahakam Ulu. Darah saya tetap darah Mahakam Ulu, hati saya tetap berpulang ke bumi tempat saya mengabdi ini,” tuturnya haru.
Sementara itu, Bupati Mahakam Ulu yang baru, Angela Idang Belawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan tekad kuat untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat dengan semangat pelayanan dan kolaborasi.
“Sebagai putra daerah, kami berdua akan memaksakan diri untuk memacu pertumbuhan ekonomi dengan segenap rasa cinta dan kepedulian. Jabatan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bersama,” ucap Angela yang didampingi Wakil Bupati Suhuk.
Angela menegaskan keberhasilan pemerintahan lima tahun ke depan sangat bergantung pada soliditas antara Pemda dan DPRD, serta seluruh komponen masyarakat.
Ia juga memaparkan beberapa prioritas awal, seperti percepatan pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 dan penyelesaian APBD Perubahan 2025, yang kini menjadi fokus utama.
“Sisa waktu pembahasan APBD 2026 hanya dua bulan. Karena itu, Pemda dan DPRD harus berpacu dengan waktu agar kesepakatan bisa dicapai sesuai batas waktu, yakni 30 November 2025,” jelasnya.
Dalam 100 hari pertama pemerintahannya, Angela juga menyiapkan program konsolidasi internal, baik di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Guna memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia turut menyoroti pentingnya peran camat sebagai penghubung antara pemerintah kampung dan OPD teknis.
Angela menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus menjaga semangat kebersamaan. “Pemda dan DPRD tidak bekerja di ruang vakum. Kita sama-sama hadir karena mandat rakyat yang sama untuk melayani kepentingan masyarakat Mahakam Ulu,” pungkasnya.
Editor: Erwin