Bupati Kubar Frederick Edwin pada kesempatan itu menjelaskan, rumah bukan hanya tempat tinggal, melainkan kebutuhan dasar dan fondasi penting bagi keluarga.
“Melalui program BSPS ini, kita tidak hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” kata Edwin kepada Korankaltim.com.
Penerima manfaat diminta menggunakan bantuan dengan bijak, serta meminta aparat desa dan pendamping memastikan program berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai aturan.
Terpisah, Kepala Dinas Perkimtan Kubar Kamius Junaidi menjelaskan kalau dalam kegiatan ini ada 136 rumah penerima bantuan yang tersebar di 8 kecamatan dan 17 kampung.
“Besaran bantuannya Rp20 Juta per rumah, terdiri Rp2,5 Juta untuk upah tukang dan Rp17,5 Juta untuk material. Karena sifatnya stimulan, diharapkan ada swadaya dari masyarakat agar hasilnya lebih maksimal,” kata Kamius.
Jumlah itu masih jauh dari data BPS yang mencatat sekitar 7 ribu rumah tidak layak huni di Kubar. Untuk itu, pemerintah mendorong dukungan CSR perusahaan maupun perbankan. Selain itu, program ke depan juga akan diarahkan menyentuh aspek MCK dan sanitasi agar rumah warga benar-benar sehat dan layak huni.
Laden, warga Kampung Muara Jawa, Kecamatan Mentarang Bulan yang jadi penerima bantuan mengaku sangat bersyukur.
“Bantuan ini akan digunakan untuk memperbaiki dinding rumah, Saya bangga dan berterima kasih karena bantuan ini sangat berarti bagi keluarga saya,” kata Laden.
Meski jumlah bantuan masih terbatas, warga penerima menganggap program ini langkah awal yang berarti untuk memperbaiki kualitas hidup mereka, sembari berharap jatah berikutnya bisa menjangkau lebih banyak keluarga.
Editor: Aspian Nur