Tak sebatas membatasi jumlah kelahiran, program ini diarahkan untuk membantu keluarga merencanakan masa depan yang lebih baik, mencakup pendidikan, Kesehatan hingga kesejahteraan anak.
Satu diantara langkah nyata dilakukan melalui kegiatan fasilitasi intensifikasi dan integrasi pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) yang menyasar para karyawan PT Setia Argo Utama (SAU), dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mahulu dan /Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mahulu Agustinus Teguh Santoso kepada Korankaltim.com Jumat (26/9/2025) hari ini menjelaskan hal tersebut.
“KB saat ini bukan lagi semata slogan cukup dua anak, tapi bagaimana keluarga dapat mengatur jarak dan jumlah kelahiran sesuai kondisi ekonomi dan kesiapan mental,” kata Agustinus.
Selain memberikan pelayanan KB seperti pemasangan alat kontrasepsi jangka pendek dan jangka panjang, kegiatan ini juga memperluas akses edukasi dan sosialisasi bagi pekerja yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan. Dengan begitu, kesenjangan layanan kesehatan di wilayah khusus seperti Mahulu dapat ditekan secara bertahap.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan swasta dan BKKBN, program KB di Mahulu diharapkan mampu melahirkan generasi sehat, cerdas, dan sejahtera.
Generasi inilah yang akan menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan di wilayah pedalaman Kalimantan Timur.
Editor: Aspian Nur