Ada sejumlah kategori dipertandingkan, mulai dari barebow U-10 jarak lima meter, standar nasional U-12 (10 meter), U-15 (20 meter), U-18 (40 meter), barebow umum (50 meter), hingga compound bow umum (50 meter).
Asisten I Pemkab Kutai Barat, Erik Victory, yang hadir membuka secara resmi kejuaraan ini menyampaikan apresiasi atas konsistensi panitia dan semangat para peserta. “Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi semata, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan, menjunjung sportivitas, dan menumbuhkan semangat juang positif. Dari kejuaraan lokal seperti inilah lahir para juara nasional bahkan internasional,” kata Erik disela pembukaan kepada Korankaltim.com.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pengembangan olahraga panahan, mulai dari penyediaan fasilitas, pembinaan atlet, hingga pelatihan pelatih. “Potensi atlet muda di Kubar sangat besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, ruang, dan panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka,” tambahnya.
Mini Archery Series 3 berlangsung hingga Senin (8/9/2025). Ketua panitia Mini Archery Series Agus Dahman, menyebut kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang seleksi. “Hasilnya akan dipakai sebagai acuan atlet junior menuju Pra Porprov di Samarinda dan atlet senior ke Kejurnas di Bali Oktober mendatang. Tahun ini jadwal padat, jadi fokus kami tetap pembinaan anak-anak Kubar,” ujar Agus.
Pembinaan atlet dilakukan sejak usia dini. “Kami memang fokus membina dari anak-anak sekolah, bahkan sejak usia di bawah 10 tahun. Kalau pembinaan dimulai sejak kecil, mereka lebih mudah berkembang. Sementara kalau sudah berusia dewasa, biasanya agak sulit. Meski begitu, untuk kategori dewasa tetap ada, hanya saja prioritas kami tetap pada anak-anak,” ucap Agus lagi.
Pembinaan ini bukan sekadar untuk mengisi kejuaraan, melainkan juga menyiapkan atlet lokal yang bisa mengharumkan nama daerah. “Harapan kami, anak-anak ini kelak menjadi calon atlet asli Kubar. Karena itu, bagaimana pun caranya kita harus mendorong agar lahir atlet-atlet panahan lokal yang bisa bersaing di tingkat lebih tinggi,” tegas Agus.
Editor: Aspian Nur