Perlombaan yang diikuti siswa tingkat SD dan MI ini bertujuan menumbuhkan minat baca sekaligus membangun budaya literasi di kalangan generasi muda.
Kepala Bidang Perpustakaan, Disarpus Kubar, Zairin Handani menjelaskan bahwa lomba dilakukan melalui dua tahap seleksi.
Tahap pertama tingkat kecamatan, kemudian pemenang maju ke seleksi tingkat kabupaten. Peserta terbaik dari kabupaten akan mewakili Kubar tingkat Provinsi Kaltim.
“Di Kabupaten Kubar ada 16 kecamatan. Setiap kecamatan mengirim satu wakil terbaik hasil seleksi. Namun, terkadang ada kecamatan yang tidak bisa mengirim karena kendala teknis. Dalam kondisi itu, kecamatan lain bisa mengirim lebih dari satu peserta, asalkan disepakati bersama,” jelas Zairin kepada Korankaltim.com.
Tema cerita yang dibawakan peserta sebagian besar mengangkat kearifan lokal Kubar. Cerita nasional atau baru juga diperbolehkan, asalkan disertai sinopsis.
Penilaian mengikuti standar provinsi dengan kriteria kemampuan berbahasa, penguasaan panggung, cara membawakan cerita, hingga penggambaran karakter. Penyampaian cerita yang enak didengar juga mendapat poin tersendiri.
Anak-anak tampak antusias saat membawakan cerita. Mereka menampilkan ekspresi penuh semangat, menjiwai karakter tokoh, dan berhasil menarik perhatian juri maupun penonton. Suasana auditorium menjadi hidup dengan tepuk tangan dan sorak-sorai setiap peserta tampil.
Juara lomba bertutur tingkat kabupaten tahun ini diraih oleh Nafilah Tsabitha dari SDN 010 Bongan sebagai juara pertama. Posisi kedua, Fathir Daffa dari SDIT Darussunah Sekolaq Darat dan ketiga diraih Lathif Ramadhan dari SD Integral Hidayatullah Melak.
Zairin juga menekankan pentingnya sarana membaca di sekolah. Ia mendorong pihak sekolah melengkapi perpustakaan dengan koleksi buku anak-anak yang bervariasi serta berkoordinasi dengan perpustakaan kabupaten yang menyediakan layanan perpustakaan keliling.
“Mari bersama-sama membangun budaya literasi yang baik agar minat baca anak-anak semakin meningkat,” pungkasnya.
Editor: Erwin