Mereka berada di kabupaten tersebut sejak Senin (14/7/2025) hari ini untuk memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-51 yang mengusung tema Sinergitas Kampus Berdampak.
Seremoni penerimaan para mahasiswa berlangsung di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Sendawar, setelah itu mereka diberangkatkan menuju lokasi penempatan masing-masing. Program KKN ini diharapkan menjadi kontribusi konkret dunia kampus dalam mendukung pembangunan inklusif dan berkeadilan, terutama di wilayah pedalaman Kalimantan Timur, menekankan pentingnya peran aktif mahasiswa dalam mendorong inovasi pembangunan berbasis potensi dan kebutuhan kampung.
Mereka yang KKN berasal dari berbagai fakultas, diantaranya 30 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 8 dari Fakultas Kehutanan, 30 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta 87 lainnya dari berbagai program studi lintas disiplin.
Koordinator Pusat Pengabdian Masyarakat-KKN LP2M Unmul Kiswanto kepada Korankaltim.com menjelaskan, KKN merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat serta ruang belajar sosial yang otentik.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya datang membawa program, tapi juga hadir sebagai mitra masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, pahami konteks local dan menghadirkan solusi yang kontekstual,” kata Kiswanto.
Penempatan peserta mencakup enam kecamatan yakni Long Iram, Tering, Linggang Bigung, Damai, Melak dan Barong Tongkok. Mereka dibekali dengan orientasi lapangan, termasuk pendekatan komunikasi partisipatif dan pemetaan sosial.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat sebagai kekuatan utama dalam menciptakan perubahan. “Program-program yang lahir dari interaksi langsung akan lebih relevan dan berkelanjutan,” kata Frederick.
Satu lokasi yang menjadi sorotan adalah Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok. Untuk pertama kalinya, kampung ini menerima mahasiswa KKN Tematik dari Unmul dengan misi khusus di bidang hukum adat dan penguatan masyarakat adat.
Gapin, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya mengatakan KKN tematik yang mereka jalani memiliki 14 opsi program namun mereka akan memfokuskan kegiatan pada satu hingga dua tema yang relevan dengan kondisi setempat, khususnya terkait hukum adat dan pelestarian budaya lokal.
Petinggi Kampung Pepas Eheng Armansyar menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN Tematik. “Kami berterima kasih karena ini pertama kalinya Pepas Eheng menerima KKN Tematik secara khusus. Tadi kami sudah ngobrol, fokus mereka mengangkat kampung ini dari sisi masyarakat adat, budaya, terutama penguatan hukum adat. Untuk tempat tinggal sudah kami siapkan di rumah warga. Kami dari pemerintah kampung siap mendampingi dan berkolaborasi,” kata Armansyar.