Pelatihan ini menjadi satu diantara materi penting dalam membentuk kepercayaan diri para finalis sekaligus menanamkan pemahaman kalau penampilan adalah bagian dari komunikasi budaya.
Dalam sesi tersebut, para peserta dibimbing langsung oleh Merry Christiani, pengajar di bidang tata rias yang menjelaskan beauty class tidak hanya membahas soal kecantikan fisik, tetapi juga memperkenalkan teknik dasar make up sesuai kebutuhan acara.
“Beauty class ini penting karena make up itu bukan cuma soal cantik, tapi bagaimana seseorang tampil percaya diri dan menghormati situasi. Karena ini kelas dasar, peserta belajar step by step yang bisa mereka kembangkan sesuai karakter masing-masing,” jelas Merry kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Materi yang diajarkan mencakup pengenalan jenis kulit, pemilihan warna riasan sesuai undertone hingga tata cara riasan untuk acara formal budaya. Para finalis juga diajak memahami make up yang tepat bisa menjadi pelengkap dalam membawa pesan budaya kepada khalayak.
Mutia, satu diantara finalis mengaku mendapat banyak wawasan baru dari sesi ini. “Saya jadi tahu kalau make up itu ada tekniknya, tidak sekadar oles foundation atau lipstick. Kami juga harus paham warna kulit dan bagaimana menyesuaikan riasan untuk acara tertentu,” sebut Mutia.
Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Barat, Seki menambahkan kalau sesi beauty class merupakan bagian dari rangkaian pembekalan untuk Kanda Dinda Duta Budaya Kutai Barat 2025.
“Kami ingin peserta tahu, tampil rapi dan menarik itu penting, apalagi sebagai duta budaya. Tapi yang tak kalah penting, mereka harus tahu makeup itu harus sesuai konteks. Di acara budaya, tidak boleh berlebihan, harus tetap menghormati nilai-nilai lokal,” ujar Seki.
Pembekalan akan terus berlangsung dan ditutup dengan penampilan finalis Kanda Dinda Duta Budaya 2025 pada 14 Juli pekan depan di Taman Budaya Sendawar.
Editor: Aspian Nur