Sebanyak 40 bangunan yang terdiri dari rumah warga, kios pasar, serta dua kantor yaitu Kantor Kampung dan Kantor PKK Long Iram Kota dilalap si jago merah.
Upaya pemadaman sempat terkendala akibat terbatasnya peralatan dan sulitnya akses ke lokasi kejadian. Saat api mulai membesar, warga hanya mengandalkan pompa portable serta sebuah slip on milik Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) yang merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat untuk Kecamatan Long Iram.
"Pemadaman cukup terkendala karena jarak posko terdekat lumayan jauh. Unit pemadam dari posko induk harus mengosongkan tangki lebih dulu agar bisa menyeberang ke Kampung Long Iram Kota menggunakan kapal penyeberangan di Sungai Mahakam," kata Koordinator Lapangan Pos Pemadam Kebakaran Melak Efendi kepada Korankaltim.com.
Tiga mobil pemadam diterjunkan ke lokasi, masing-masing dari Pos Melak, Pos Bigung dan BPBD Kubar dilengkapi pompa dan peralatan tambahan. Bantuan juga datang dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kecamatan Mook Manaar Bulatn.
Kebakaran baru berhasil dipadamkan setelah adanya kerja sama antara warga, petugas TNI-Polri, Damkar Kutai Barat, BPBD, serta tim kehutanan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Editor: Aspian Nur