Sebanyak 12 unit rumah dan 10 unit gedung sarang burung walet milik warga hangus dilalap api dalam peristiwa tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Kutai Barat, Ipda Sukoco, menjelaskan bahwa titik api pertama kali muncul sekitar pukul 08.00 WITA dari salah satu rumah warga.
Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh aksi pembakaran kasur di dalam rumah yang dilakukan oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.
“Pelaku diduga membakar kasur di rumahnya sendiri dengan korek api, lalu api dengan cepat menyebar karena bangunan sekitar terbuat dari kayu,” ungkapnya kepada Korankaltim.com.
Ia menambahkan, warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Dinas Pemadam Kebakaran Kutai Barat mengerahkan dua unit mobil pemadam, ditambah satu unit dari Kecamatan Damai, serta satu unit tangki air (water tank) milik perusahaan PT Manoor Bulatn Lestari.
Setelah penanganan intensif, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WITA. Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar, meliputi rumah, gedung walet, perabotan, dan dokumen penting milik warga.
Pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan motif kejadian secara menyeluruh.
Editor: Erwin