Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mahulu Wenefrida Kayang.
“Pemberian SK PPPK Tahap I dan Tahap II tidak diberikan diwaktu yang bersamaan. Mungkin setelah kegiatan ini, BKPSDM akan memberikan SK CPNS 2024 dan PPPK Tahap I karena sebelumnya sempat tertunda akibat keterlambatan berkas dari beberapa peserta, serta adanya pemberitahuan dari KemenPAN-RB terkait pelaksanaan PPPK Tahap II,” jelas Wenefrida dalam rilis yang diterima Korankaltim.com Senin (12/5/2025) hari ini.
Hingga saat ini belum ada kepastian dari KemenPAN-RB mengenai apakah seleksi PPPK tahap berikutnya akan kembali digelar dalam waktu dekat.
Namun Wenefrida yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan mengimbau para peserta asal Mahulu untuk segera kembali ke daerah, mengingat Mahulu akan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 24 Mei 2025.
“Saya imbau seluruh peserta dari Mahulu agar segera kembali. Tidak ada alasan untuk golput,” harapnya.
Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan 740 peserta yang mengikuti Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II untuk formasi jabatan fungsional tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknis.
Seleksi sendiri diketahui berlangsung di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Samarinda Jalan M Yamin sejak Minggu (11/05/2025) kemarin hingga hari ini, yang dibagi dalam enam sesi. Adapun formasi yang diperebutkan sebanyak 610 posisi, sesuai kuota yang ditetapkan oleh Kementerian PAN-RB untuk Kabupaten Mahulu. Sebelumnya, seleksi PPPK Tahap I telah diikuti oleh 1.468 peserta.
Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan diawasi secara ketat. “Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh dan mampu menyelesaikan soal dengan baik. Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur