Hal itu harus segera dilakukan karena adanya kekhawatirannya terkait banyaknya staf badan ad-hoc di Long Apari yang berencana mengundurkan diri karena kesibukan pekerjaan masing-masing.
"Sebagian besar dari mereka memiliki pekerjaan lain seperti masuk ke hutan mencari emas. Ini bisa berdampak pada kelancaran PSU di kecamatan kami,” kata Petrus di sela rapat koordinasi Tim Desk Pilkada lewat Zoom Meeting, Jumat (28/2/2025).
Petrus juga menyoroti kendala anggaran yang dihadapi pemerintah kecamatan untuk mendukung pelaksanaan PSU.
Namun Pemerintah Kecamatan Long Apari tetap mendukung kelancaran PSU dengan menyediakan fasilitas kantor untuk tim PPK bahkan Panwascam.
“Tingkat kerawanan di PSU kali ini lebih tinggi dibandingkan Pilkada serentak pada November 2024 lalu, sehingga harus dipastikan semua persiapan berjalan maksimal,” katanya.
Diharapkan KPU Mahulu segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Kami ingin KPU bisa memberikan solusi agar petugas badan ad-hoc tetap bertahan, sehingga PSU berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten I Setkab Mahulu Agustinus Teguh Santoso menekankan pentingnya koordinasi yang lebih kuat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Tim Desk Pilkada harus memperkuat koordinasi karena hal ini tidak boleh terjadi lagi. Ya moga-moga PSU ini pertama dan terakhir," sebut Agus.
Hingga saat ini, KPU Mahulu belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil untuk menghadapi situasi ini.
Editor Aspian Nur