Kepala UPBU Melalan, Indra Rohman mengatakan kepercayaan ini diberikan oleh Dirjen Perhubungan setelah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) pada Juni 2024 lalu.
“Artinya kita hanya mengurusi operasional sementara dari Satpel Bandara Nusantara, tetapi untuk pembangunan bandara, tetap ditangani oleh kantor pusat,” jelasnya kepada Korankaltim.com, Selasa (18/2/2025).
Dijelaskannya, setelah menerima SK dari Dirjen Perhubungan, pihaknya kemudian mengajukan penunjukan Kepala Satpel, Aulia Mukti Negara, yang disetujui oleh kantor pusat.
Fungsinya adalah untuk membawahi 37 orang pegawai yang dipilih dari seluruh wilayah Indonesia dan ditempatkan di wilayah tersebut.
“Ini hanya sementara atau transisi, karena butuh Sumber Daya Manusia (SDM), jadi kita yang support,” ucapnya.
Sehingga, kata Indra, UPBU Melalan saat ini memiliki dua fokus utama yakni selain menjalankan operasional UPBU Melalan juga Satpel Bandara Nusantara.
“Nanti akan kita lepas, karena kemungkinan di sana akan berdiri menjadi UPBU. Kalau sudah keluar SK nya, baru bisa berdiri sendiri. Ini merupakan tantangan dan sebuah kehormatan bagi kita. Tentu akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Diketahui, Satpel Bandara Nusantara telah berhasil melakukan penerbangan usai serangkaian uji coba untuk memastikan kelayakan bandara. Khususnya, saat pesawat yang ditumpangi oleh Presiden RI ke-7, Joko Widodo berhasil mendarat dengan sempurna di bandara tersebut pada tahun 2024 lalu.
Editor: Erwin