Hal ini disampaikan Ketua KPU Mahulu Paulus Winarno Hendratmukti kepada Korankaltim.com Minggu (27/10/2024) pagi tadi.
“Kami akan berkoordinasi lagi dengan pihak keamanan, karena debat kedua merupakan sesi closing statement, kesempatan terakhir bagi pasangan calon untuk menyampaikan visi-misi mereka dihadapan publik,” ujar Paulus.
Meski lokasi debat kedua tak berubah yaitu di Lapangan Tribun Kampung Ujoh Bilang, namun evaluasi teknis mengenai kelistrikan akan diperketat. KPU Mahulu berencana bekerja sama kembali dengan PLN serta teknisi untuk memastikan mesin listrik yang digunakan dapat beroperasi dengan baik selama acara berlangsung.
“Kami akan mengevaluasi masalah kelistrikan ini. Harapannya waktu yang tersisa hingga debat kedua 17 November cukup untuk mempersiapkan semuanya dengan matang," sebut Paulus.
KPU Mahulu juga berencana untuk mencari tempat yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan daya listrik yang lebih besar mengingat pada debat pertama kemarin, suplai listrik tidak dapat bertahan lama karena mesin suplai mengalami panas berlebih. KPU Mahulu ingin memastikan segala peralatan dan suplai listrik mencukupi untuk debat selanjutnya.
Meskipun mengalami kendala pada debat pertama, Paulus menegaskan ketiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yaitu Novita Bulan - Artya Fathra Martin (PRIMA), Yohanes Avun - Juan Jenau (PERMATA) dan Owena Mayang Shari Belawan - Stanislaus Liah (MANIS) tetap mendukung apa yang telah difasilitasi KPU Mahulu.
“Para Paslon mengikuti apa yang KPU lakukan. Debat publik ini adalah fasilitas dari KPU untuk kegiatan kampanye, dan tidak ada keberatan dari pihak mereka,” tegas Paulus.
Tema untuk debat kedua masih akan ditetapkan oleh tim panelis, tetapi susunan panelis tidak akan berubah dan tetap mengikuti penetapan awal yang sama dengan debat pertama.
Editor: Aspian Nur