Ketua KPU Mahulu, Paulus Winarno Hendratmukti menyatakan bahwa penghentian ini dilakukan karena suplai daya listrik tidak mencukupi, disebabkan mesin suplai listrik mengalami panas berlebih dan gagal mendukung kebutuhan panggung acara.
Debat dimulai pukul 16.00 WIB dengan sesi seremonial off-air. Namun, saat acara berlangsung, hujan badai mendadak datang, membuat sejumlah pasangan calon dan pendukungnya kocar-kacir dan harus mengamankan diri.
Kondisi ini juga berdampak pada beberapa dekorasi di panggung, dan bahkan tenda untuk para pasangan calon serta tamu undangan mengalami kerusakan akibat angin kencang.
Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, yang hadir untuk menyaksikan acara juga harus berpindah tempat duduk untuk menghindari derasnya hujan.
Setelah badai mereda, acara sempat dilanjutkan, tetapi listrik mendadak padam, sehingga rencana acara on-air yang dijadwalkan pukul 18.00 WIB tidak dapat dilaksanakan, dan seluruh rangkaian acara yang seharusnya berakhir pukul 20.30 WIB terpaksa dihentikan.
“Kegiatan hari ini kita sudah jalankan mulai dari jam 4, ini adalah seremonial. Nanti kita akan memasuki babak on air, babak intinya, di jam 6. Nah, jam 4 sampai menuju jam 6 ini adalah off-air, kita tidak melakukan rekaman yang akan ditayangkan,” ungkap Paulus usai evaluasi dengan tim KPU Mahulu.
Ia menyampaikan bahwa rencana awalnya, debat tersebut akan disiarkan secara tunda di TVRI Kaltim pada 27 Oktober, namun batal karena kondisi listrik yang tidak memungkinkan.
"Setelah berdiskusi dengan empat komisioner, KPU akhirnya memutuskan untuk menghentikan acara debat ini. Keputusan tersebut langsung disampaikan kepada Liaison Officer (LO) dari masing-masing pasangan calon," jelas Paulus.
Sehingga, dari hasil evaluasi dan kesepakatan bersama, Paulus mengatakan debat publik pertama ini tidak akan digantikan, namun dianggap telah selesai. Sehingga selanjutnya, KPU Mahulu akan menggelar debat publik kedua pada 17 November 2024.
Paulus menambahkan bahwa KPU Mahulu akan meningkatkan koordinasi dengan pihak keamanan dan teknisi listrik untuk memastikan debat kedua nanti berjalan lancar.
Maka debat kedua ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi pasangan calon untuk menyampaikan visi-misi serta pernyataan penutup mereka di hadapan publik.
Diharapkan, dengan evaluasi dan persiapan teknis yang lebih matang, debat kedua dapat berjalan lancar tanpa gangguan suplai listrik atau kendala lainnya.
Editor: Supiansyah