Imbasnya, 10 kampung di kecamatan tersebut terendam banjir, mengganggu aktivitas keseharian masyarakat. Kampung yang terdampak banjir antara lain di Long Iram Kota, Long Iram Seberang, Kampung Long Iram Ilir, Kampung Anah, Kampung Keliah Luar, Kampung Keliway, Kampung Long Daliq, Kampung Bayan, Kampung Muara leban, Kampung Ujoh Halang.
Satu diantara yang terimbas dan tak bisa beraktivitas karena banjir adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Long Iram.
Sekolah tersebut harus meliburkan siswa mereka dan proses belajar mengajar dilakukan dalam jaringan (daring) dari rumah. Pembelajaran secara tatap muka baru bisa dilakukan hari Rabu (23/10/2024) dua hari lalu setelah air mulai surut.
Lokasi SMAN 1 Long Iram sendiri berada di dataran yang tinggi, namun akses yang dilalui selalu terendam air apabila banjir tiba.
Kepala SMAN 1 Long Iram Yulia Hariati kepada Korankaltim.com Jumat (25/10/2024) pagi ini menjelaskan, saat banjir aktivitas pembelajaran di sekolah diliburkan, namun proses belajar siswa tetap dilanjut melalui tugas yang diberikan guru melalui aplikasi dan WhatsApp Group di masing-masing kelas.
"Banjir ini sudah yang kelima kali terjadi tahun ini di Long Iram, bulan Mei lalu juga terjadi banjir besar, setiap banjir terpaksa sekolah diliburkan karena akses jalan yang terendam banjir," jelas Yulia.
Setelah berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Wilayah 4 Kutai Barat-Mahakam Ulu, pihak sekolah melalui surat resmi memberitahukan kepada peserta didik akan dilakukan proses belajar secara daring selama banjir.
"Untuk mengatasi pembelajaran tetap bisa berjalan dengan baik yang saya lakukan adalah tetap menginstruksikan anak-anak untuk belajar dari rumah," ungkapnya.
Tugas yang diberikan pihak sekolah pun bukanlah tugas yang berat karena pihak sekolah tidak ingin membebani para siswa yang sedang dilanda musibah.
"Hal yang paling penting dan utama disini adalah keselamatan, anak-anak aman dan selamat saja kami sudah bersyukur, pihak sekolah selalu berkomunikasi dan mengupayakan bantuan apapun yang mereka perlukan," pungkas Yulia.
Editor: Aspian Nur