Meskipun sudah menunjukkan perkembangan signifikan, rumah sakit tersebut masih berstatus pratama atau perintis.
Sejak 2023, pihak manajemen RS GSM telah berupaya meningkatkan status rumah sakit dari kelas pratama menjadi kelas B umum.
Namun, proses ini menghadapi beberapa kendala, terutama terkait proses perizinan, akreditasi, dan sertifikasi lahan rumah sakit.
Kendati demikian, kabar baik RS GSM baru-baru saja berhasil memperoleh akreditasi dengan predikat utama pada tanggal 7 dan 8 Oktober 2024 lalu.
Selain itu, rumah sakit lainnya di Kabupaten Mahulu, yakni Rumah Sakit Nawa Cita Datah Dawai (RS NDD) di Kecamatan Long Pahangai, juga berhasil meraih predikat paripurna setelah diakreditasi pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2024.
Meski akreditasi sudah diperoleh, kenaikan status kedua rumah sakit ini masih harus menunggu sertifikasi lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Selain itu, perubahan status rumah sakit dari kelas B pratama menjadi kelas B umum membutuhkan penyesuaian nomenklatur serta penyusunan naskah akademik untuk mendukung peraturan daerah terkait.
"Kami berharap OPD dan stakeholder terkait dapat mendukung proses ini agar peningkatan status RS GSM dan RS NDD dapat segera terealisasi," kata Petronela Tugan.
Ia menambahkan bahwa kenaikan status ini akan berdampak besar pada sistem manajemen dan pelayanan di rumah sakit, terutama dalam pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS.
Dengan naiknya kelas rumah sakit, diharapkan juga terjadi peningkatan dalam kualitas layanan kesehatan sesuai standar yang lebih tinggi.
Editor: Supiansyah