Petinggi Kampung Engkuni Pasek melalui Sekretaris Desa, Ignasius Bayu menjelaskan di kedua sisi bagian dinding jembatan sebenarnya sudah dipasangi tanggul penahan agar tanah tidak longsor dan pencegah abrasi, tetapi karena hanya terbuat dari kayu ulin, bukan tanggul beton, sisi bagian dalam tanggul tersebut berongga, meninggalkan semeniasi di atasnya tergantung tanpa pondasi.
"Saat kondisi hujan lebat dan sungai meluap, tanah bagian dalam tanggul mengalami abrasi, jalan semenisasi di atasnya pun mulai patah namun masih tertahan besi penyangga," ucapnya, Minggu (20/10/2024)
Ia menjelaskan jembatan tersebut sebenarnya bukan jalan utama, namun karena jembatan Idatn di jalur utama mengalami perbaikan sejak awal September lalu, maka jalan tersebut dijadikan pengalihan jalan sementara.
Warga sekitar berinisiatif mengambil kayu sisa-sisa material dari proyek jembatan Idatn sebagai penahan semenisasi yang patah di kedua sisi jembatan alternatif tersebut.
Kondisi diperparah akibat dilewati truk-truk besar yang bermuatan di atas 8 ton, sehingga mengakibatkan beberapa tiang penyangga jembatan miring dan beberapa suai kayu terlihat melengkung.
"Kami berharap pihak terkait meninjau kondisi jembatan, jangan sampai akses jalan pengalihan ini pun terputus," harapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kubar, Leonard Yudiarto mengatakan akan meninjau langsung kondisi jembatan tersebut.
"Terima kasih atas laporan masyarakat, Dinas PU Kubar akan menghandle dan melihat kondisi yang terjadi," ucapnya lewat pesan seluler kepada Korankaltim.com.
Editor: Supiansyah