Hal ini pun mendapat apresiasi dari Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh. "Pada periode 2023/2024, tidak ada lagi kampung yang berstatus Tertinggal maupun Sangat Tertinggal. Dari 11 kampung, 3 kampung berstatus Berkembang, 2 kampung Maju, dan 6 kampung mencapai status Mandiri," papar Bonifasius saat membuka acara monitoring dan evaluasi kegiatan pembangunan di Kecamatan Long Bagun, Kamis (10/10/2024) hari ini.
Capaian ini sebagai hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah, pemerintah kampung dan para pemangku kepentingan. Bonifasius pun memberikan penghargaan kepada seluruh petinggi kampung atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam memajukan kampung masing-masing.
Namun sang kepala daerah mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Ia mendorong agar Pemerintah Kampung terus bekerja sama dalam menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam hal inovasi pembangunan, peningkatan kesejahteraan, dan pengembangan potensi lokal.
Dalam mendukung pembangunan kampung, Bupati Mahulu juga mengumumkan peningkatan alokasi Dana Kampung (ADK) untuk Kecamatan Long Bagun.
Dana yang semula berjumlah Rp28,2 Miliar meningkat menjadi Rp38,1 Miliar. Penambahan Rp9,8 Miliar diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dan mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Namun, Bonifasius mencatat beberapa kendala terkait lambatnya penyerapan dana. Dari 11 kampung, baru 4 yang mengajukan pencairan dana, sementara 7 kampung lainnya masih tertunda. “Petinggi kampung harus mempercepat proses pencairan dengan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur