Khairul Abidin, pekerja bangunan yang tinggal di workshop tersebut kepada Korankaltim.com menjelaskan, saat kejadian tak ada satu orang pun di dalam workshop.
"Saya waktu itu sedang bekerja di lokasi lain dan kembali ke workshop untuk mengambil material kayu tapi ketika sampai saya lihat ada api di pojok atap mess pekerja yang sudah membesar," kata Khairul.
Bersama temannya Wasid yang juga tinggal di mess tersebut, Khairul berusaha masuk kedalam workshop untuk menyelamatkan barang berharga miliknya namun karena api semakin membesar hanya handphone yang dapat ia selamatkan.
Bangunan mess yang terbuat dari kayu membuat api cepat membesar. Warga sekitar bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kecamatan Melak, dua mobil pemadam Barong Tongkok, satu mobil pemadam KPHP Damai serta sebuah mobil pemadam KPHP Mook Manaar Bulatn datang untuk membantu memadamkan api. Api dapat dikuasai setengah jam setelah kejadian.
Syarifuddin secara terpisah mengatakan kerugian material sekitar seratus juta rupiah namun beruntung tidak ada korban jiwa. “Penyebab pasti kebakaran belum diketahui namun dugaan sementara dari keterangan saksi, munculnya api kemungkinan dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik,” ucap Syarifuddin.
Editor: Aspian Nur