Daerah yang kerap mengalami gangguan jaringan tersebut diantaranya yang terhubung dari Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun yang berimbas pada gangguan jaringan didua kecamatan hilir yang ikut terputus yaitu Kecamatan Long Hubung dan Kecamatan Laham.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostandi) Mahulu Markus Wan menjelaskan meskipun jalur fiber optic yang dibangun oleh PT LEN melalui program Bakti Kominfo udah menghubungkan Kutai Barat hingga ibu kota Mahulu yakni Ujoh Bilang, jalur tersebut masih menimbulkan masalah di beberapa wilayah utamanya di Laham dan Long Hubung.
“Fiber optic yang ada di Ujoh Bilang memang melewati Kecamatan Long Hubung, tetapi langsung ditujukan ke tower di Kampung Mamahak Besar, sehingga jika terjadi gangguan, Long Hubung bahkan Laham jadi ikut terdampak,” jelas Markus kepada Korankaltim.com Kamis (26/9/2024) hari ini.
Karena itu dirinya memberikan solusi yaitu melakukan pemotongan jalur fiber optic di Long Hubung agar tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan yang melewati Mamahak Besar.
"Kalau fiber optic ini bisa ditarik dari jalan PU di kawasan atas Kampung Long Hubung dan langsung dihubungkan ke tower pemkab, dampak bisa berkurang. Long Hubung tidak akan terganggu meskipun jaringan di Mamahak Besar mengalami gangguan," paparnya.
Dengan adanya tower milik Pemkab Mahulu yang sudah didukung listrik PLN 24 jam di Long Hubung, Markus yakin langkah ini akan meningkatkan stabilitas jaringan di kawasan tersebut.
Diharapkan Bakti Kominfo dan PT LEN atau melalui Telkom, dapat segera melakukan perubahan jalur agar masalah gangguan telekomunikasi di daerah hilir dapat teratasi.
"Jika jalur ini dialihkan meskipun tower di Mamahak Besar mengalami gangguan, sinyal di Long Hubung hingga Kampung Mamahak Tebo tetap stabil," tutup Markus.
Editor: Aspian Nur