Ketua panitia kegiatan M Rubensyah menjelaskan, rangkaian acara perayaan hari jadi Kampung Geleo Asa ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak awal Agustus bulan lalu.
"Sejak tanggal 1 sampai 22 Agustus kami menggelar berbagai lomba dirangkai dengan Festival Luuq Bangkit tanggal 19-20 Agustus dan puncak nya pada hari ini," kata Ruben kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Anggaran untuk melaksanakan acara ini diambil dari dana desa serta sumbangan dari perusahaan-perusahaan, "Tujuan kegiatan ini untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan yang menjadi ciri khas kampung Geleo Asa," ungkap Ruben lagi.
Sementara itu Petinggi Kampung Geleo Asa Idris menjelaskan, ada dua tujuan perayaan HUT ini, selain untuk mengenang para pendahulu yang telah membentuk kampung Geleo Asa juga menggiatkan anak muda kampung tersebut agar dapat membaur dan berkreasi dalam kesenian, membangun kampung agar bisa lebih dikenal ke seluruh wilayah Kutai Barat.
"Semoga dengan kegiatan ini dapat mencegah anak muda ke pergaulan yang merusak, dapat mengembangkan dan melestarikan kesenian daerah," harap Idris.
FX Yapan dalam sambutannya menyampaikan permintaan maaf karena acara yang seharusnya diadakan Rabu (25/9/2024) kemarin ditunda karena dirinya berhalangan hadir. "Kegiatan ini bisa jadi pendorong untuk membangun kampung Geleo Asa menjadi kampung yang berkembang dan menjadi kebanggaan warga," kata Yapan.
Di usia ke 174 tahun jadi kesempatan untuk mengevaluasi pembangunan yang belum dilaksanakan pemerintah daerah dan menjadi acuan kepada pemimpin daerah selanjutnya.
"Semoga menjadi bahan masukan pemerintah daerah, dengan apa yang telah dibangun dan belum dibangun demi peningkatan kesejahteraan masyarakat," harapnya.
Acara HUT Geleo Asa ini dimeriahkan Tarian Kolosal dari sanggar seni Sempekat Bangkit Kampung Geleo Asa yang merupakan perpaduan dari beberapa tarian daerah Kubar.
Editor: Aspian Nur