Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Mahulu Petronela Tugan kepada Korankaltim.com Selasa (24/9/2024) hari ini. Program pemeriksaan kesehatan itu bertujuan memastikan asupan gizi yang cukup untuk mereka yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). "Mereka akan mendapatkan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) lokal dari BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Puskesmas dan PMT bantuan Kemenkes," jelas Petronela.
Prosedur untuk ibu hamil yang ingin melakukan pemeriksaan rutin yaitu pasien yang datang ke Puskesmas akan diarahkan oleh bidan untuk konsultasi dengan dokter yang mana lima Puskesmas sudah dilengkapi alat USG, kecuali Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) di Mamahak Besar Kecamatan Long Bagun.
Terkait edukasi mengenai persiapan persalinan dan perawatan bayi baru lahir, penyuluhan dilakukan melalui posyandu dan kelas ibu hamil.
Mengatasi tantangan akses di daerah terpencil, Dinkes Mahulu melaksanakan Puskesmas Keliling (Pusling)) untuk menjangkau ibu hamil juga program subsidi untuk biaya persalinan bagi keluarga kurang mampu masih mengandalkan BPJS.
Dinkes Mahulu juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk meningkatkan layanan kesehatan, meski program CSR sebelumnya belum rutin dilaksanakan.
Petronela menghimbau kepada ibu hamil untuk mematuhi protocol kesehatan, termasuk penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, tekanan darah, serta status gizi dengan Lingkar Lengan Atas (LILA), dan pemeriksaan lainnya untuk memantau kesehatan ibu dan janin.
Editor: Aspian Nur