Masyarakat setempat berharap Pilkada Serentak nanti menghasilkan pemimpin seperti gubernur yang memiliki kepedulian terhadap daerah perbatasan, di mana akses dan fasilitas masih sangat terbatas di wilayah 3T ini. Hal ini disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Adat Kecamatan Long Apari, Agustinus Lejiu.
Ia menyebutkan menjelang Pilkada, warga Long Apari berharap calon gubernur tidak hanya memiliki kemampuan dalam mengelola pembangunan, tetapi juga memperlihatkan empati terhadap kondisi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.
Meskipun ia mengatakan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan memiliki masalah namun fasilitas yang mereka miliki akan tetap ada, sementara masyarakat di pedalaman banyak kebutuhan dasar yang sulit terpenuhi.
"Tidak terkonsentrasi melihat sosial, melihat kehidupan demografi atau kehidupan ekonomi masyarakat yang diperkotaan. Bahwa se-menderita-menderita orang kota, fasilitasnya tersedia. Se-menderita-menderitanya orang di daerah pedalaman, barangnya memang tidak ada. Seperti itu," tegasnya.
Kembali ia menyoroti soal kondisi akses di Long Apari, baik melalui jalur darat maupun sungai. Ia mengakui akses di wilayah ini sampai saat ini masih sangat sulit, terutama saat menghadapi musim hujan dengan banjir atau musim kemarau dengan surut air. Warga berharap pemerintah hadir untuk mencari solusi agar tantangan ini bisa diatasi.
"Jadi kami mengharapkan gubernur yang punya empati, selain dia mempunyai manajerial pembangunan, manajerial pengelolaan pemerintahan, dia mempunyai empati kepada masyarakat," tambahnya.
Ia menjelaskan pada 2016, masyarakat Long Apari sampai harus bekerja sama dengan perusahaan daerah untuk mendatangkan kepala daerah mereka, menunjukkan besarnya harapan agar pemimpin lebih memperhatikan mereka.
Sehingga dalam Pilkada Serentak tahun ini, warga berharap calon-calon pemimpin tidak hanya fokus pada daerah yang banyak pemilih, tetapi juga menunjukkan perhatian pada wilayah marginal seperti Long Apari.
"Kami mengharap setiap paslon setidaknya menunjukkan empatinya kepada masyarakat yang paling marginal, yang paling lemah, dan kalau mau lihat ya ada di sini, di daerah perbatasan, daerah terpencil. Gambaran yang paling dekat ada di Kecamatan Long Apari, supaya bisa merasakan bagaimana minimnya akses ke sini, mau lewat darat, mau lewat udara, apalagi melalui jalur sungai. Selain mahal, sulit, dan penuh resiko, sehingga mereka bisa dapat gambaran utuh tentang kondisi wilayah mereka," tutupnya.
Editor: Supiansyah