Meskipun pelabuhan utama masyarakat Mahulu di Ibu Kota Ujoh Bilang itu sudah diperbaiki Dinas Perhubungan (Dishub) Mahulu setelah dilanda banjir, air yang saat ini terus menerus menyusut memaksa pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah antisipasi.
"Saat ini kondisi air sangat surut dan itu diluar kendali kami. Setelah perbaikan pasca banjir, kondisi pelabuhan sudah membaik, tapi kami tetap harus waspada," kata Kadishub Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing kepada Korankaltim.com Rabu (18/9/2024).
Dishub Mahulu akan melakukan pengawasan ketat secara terus menerus untuk memastikan keamanan di kawasan pelabuhan tersebut.
"Kami sudah memberi instruksi kepada tim di lapangan untuk memantau situasi dengan seksama, karena ada kekhawatiran jika besi penyangga pelabuhan semakin miring bisa berakibat fatal," ungkapnya.
Sebagai tindakan pencegahan, Dishub Mahulu untuk sementara ini sejumlab kapal-kapal besar dilarang untuk sandar di Pelabuhan Ujoh Bilang dan mengarahkan mereka ke Pelabuhan Long Bagun yang masih aman untuk digunakan.
"Saat ini, pelabuhan di Long Bagun masih beroperasi normal, meskipun air juga surut disana," kata Fransiskus lagi.
Untuk kapal-kapal kecil seperti kapal kayu masih diizinkan beroperasi di Ujoh Bilang, tetapi dengan pengawasan ketat Dishub Mahulu.
"Kami khawatir jika kapal besar melakukan bongkar muat disana pelabuhan bisa menanggung beban terlalu berat dan akhirnya rusak," jelasnya.
Pengawasan juga dilakukan Dishub Mahulu di jalur darat, terutama terhadap kendaraan sewa dan pribadi.
"Petugas kami terus melakukan patroli di berbagai area, termasuk di Mambas, untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas," papar Fransiskus.
Meskipun kondisi alam tidak bisa diprediksi, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu tetap berusaha menjaga keamanan fasilitas dan kelancaran aktivitas masyarakat, meskipun dengan pembatasan sementara, karena pemantauan akan terus dilakukan sampai situasi kembali normal.
Editor: Aspian Nur