"Tujuan program ini adalah memberikan edukasi dan pengetahuan kepada siswa tentang cara menghadapi bencana," jelas Kepala Dinsos Kutai Barat melalui Kepala Seksi (Kasi) Bencana Sosial MY Eliana.
Edukasi yang diberikan antara lain untuk membangun kesiapsiagaan, mengajarkan cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana dan menekan fatalitas saat bencana terjadi.
"Sosialisasi dan simulasi tentang penanggulangan bencana yang dilaksanakan untuk membekali siswa apabila ada bencana dilingkungan sekitarnya,” sebutnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Kabid Linjamsos) Kaltim Achmad Rasidi yang menyebut selain mengajarkan kesiapsiagaan sejak dini menghadapi bencana juga membentuk budaya siaga dan budaya aman di sekolah.
"Supaya nanti saat terjadi bencana mereka sudah siap dan tanggap," kata Rasidi.
Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMPN 1 Muara Lawa Maria mengaku menyambut baik kunjungan Dinsos Kubar dan Kaltim serta Tim Tagana ini. "Kegiatan ini sangat berguna karena berdampak untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari," ujar Maria.
TMS ini merupakan program sinergis antara Kementerian Sosial RI dan Kementerian Pendidikan, serta merupakan implementasi dari surat edaran bersama Menteri Pendidikan Nomor 1 Tahun 2019 tentang mitigasi kebencanaan di satuan pendidikan.
Editor: Aspian Nur