Daffa mulai menunjukkan minatnya dalam dunia tarik suara sejak duduk di bangku kelas 5 SD. Kini, dengan semangat yang sama, ia melanjutkan kecintaannya pada musik dengan berpartisipasi dalam koor dan bertugas sebagai pemandu alias dirigen di komunitas bernyanyi Gereja Katolik Santo Petrus Ujoh Bilang, Mahulu.
Dalam penampilannya, Daffa nampak profesional meski ada sedikit rasa merasa gugup. Selain bernyanyi, Daffa juga memiliki hobi bermain sepak bola. Aktivitas ini menjadi salah satu cara baginya untuk bersantai di tengah kesibukan sekolah.
"Sebenarnya sih suka main bola, tapi juga suka nyanyi," ungkapnya saat berbincang dengan Korankaltim.com.
Tidak hanya aktif di sekolah, remaja berusia 12 tahun itu juga terampil dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah, ia sering membantu dengan memasak makanan sederhana seperti telur dan mie.
Kemandirian ini tentunya merupakan hasil dari pengaruh baik dari orang tuanya; sang ibu yang bekerja di kantor, dan sang ayah yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Meski sudah menunjukkan banyak bakat dan keterampilan, anak pertama dari Margareta Rahmawati Hangin itu masih mencari tahu apa yang benar-benar ingin dia capai di masa depan. Ia bercita-cita menjadi seorang guru, meskipun saat ini ia masih belum yakin jenis guru apa yang ingin ia tekuni.
Dengan berbagai talenta yang dimilikinya, Rafael Rezky Daffa Djaang menjadi salah satu siswa yang patut diperhitungkan di SMP Negeri 1 Long Bagun. Karena semakin dikenal berkat bakatnya dalam bernyanyi dan olahraga. Selain keterampilan yang ia tunjukkan, Daffa juga didukung penuh oleh keluarganya, terutama sang ibu, Margaretha Rahmawati Hangin, yang selalu mendampingi dan mendukung setiap langkah putranya.
"Saya bersyukur sekali punya anak seperti Rafael, yang dikenal banyak orang karena selalu aktif dalam kegiatan positif di sekolah," ujar Margaretha.
Ia meyakinkan bahwa keluarganha selalu mendukung apapun yang Daffa lakukan, selama itu positif. "Kami mau dia lebih percaya diri lagi," katanya.
Meskipun Daffa dikenal sebagai anak yang agak tertutup di rumah, saat berada di luar, ia mampu mengekspresikan bakatnya dengan baik. Sang ibu mengakui, Daffa mulai aktif dalam berbagai kegiatan sekolah dan gereja sejak pandemi Covid-19. "Kami percaya pada gurunya, dan kami selalu konsul dengan mereka," jelasnya.
Dengan dukungan kuat dari keluarga, Rafael Rezky Daffa Djaang diharapkan akan terus berkembang dan menginspirasi banyak orang dengan bakat serta sikap positifnya di sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Editor: Supiansyah