Atas hal tersebut, Novita Bulan pun akhirnya telah menerima SK dari DPP Gerindra yang diberikan langsung oleh sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim Seno Aji di Samarinda dalam sebuah forum resmi partai politik.
Pergantian pucuk pimpinan DPC Partai Gerindra Mahulu ini tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan utamanya dari masyarakat, apalagi pergantian ini terjadi saat-saat menjelang Pilkada serentak 2024 di Mahulu.
Atas hal tersebut, Korankaltim.com mengkonfirmasi kepada Bonifasius Belawan Geh saat menghadiri acara deklarasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mahulu tahun 2025-2029, Mayang-Stanis (MANIS) di Lamin Adat Ujoh Bilang, Rabu (29/8/2024) malam tadi.
Bonifasius mengakui hal tersebut memang sudah tersebar di media dan tak bisa menolak, apa lagi SK pun sudah diberikan kepada Novita Bulan. Menurutnya, pergantian ini bisa saja karena sudah bosan dengan kepemimpinannya meski diakuinya selama ini banyak hal yang sudah dia perjuangkan dan membesarkan partai berlambang burung garuda itu.
"Ya kalau liat di media itu kan sudah dishare SK nya, ya sudahlah kalau dia (Novita) ditunjuk partai itu hak partai. Saya tidak apa-apa. Selama ini kami sudah berjuang, membesarkan partai lalu mungkin bosan mereka kan baru kasih ke orang lain, ya itu hak mereka. Tidak ada masalah, saya pun tidak bakalan nangis," sebutnya.
Pria yang kerap disapa Bupati Boni itu mengaku sampai saat ini dirinya belum dipecat sebagai anggota Partai Gerindra dan tetap mengaku kader partai Gerindra.
"Selama ini kan yang diganti saya sebagai ketua, ya sudah itu kebijakan partai. Kami patuh terhadap keputusan partai," katanya.
Hal itu tidak menjadi permasalahan bagi dirinya. Hanya saja ia mengaku akan menunggu bagaimana masa depan Gerindra Mahulu ke depan terutama dalam membesarkan partai tersebut seperti kepemimpinan dirinya selama ini. “Lihat saja ketua baru nanti bisa apa tidak membesarkan partai ini nanti seperti saya," tutupnya.
Editor: Aspian Nur