Kuatnya faktor keluarga dalam memengaruhi keputusan politik seorang individu ini juga diakui terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Pengaruh ini, berlaku baik dalam pilihan partai politik bahkan suatu pemilihan umum. Dengan kata lain, faktor kekerabatan dalam keluarga masih menjadi tumpuan pertimbangan preferensi politik.
Terkait hal ini Ketua DPRD Mahulu sementara Devung Paran mengakui pelaksanaan Pilkada pada November 2024 mendatang diprediksi kondusif. Menurutnya, berdasarkan kejadian Pilkada Mahulu pada dua periode lalu hanyalah isu semata yang tersebar di kalangan masyarakat. Karena ia mengakui Pilkada pada tahun 2015 dan 2020 masih cenderung kondusif.
"Cuma isu saja akan terjadi demo atau apalah segala macam tapi pada kenyataannya tiak terjadi," kata kepada Devung Korankaltim.com Kamis (22/8/2024) hari ini.
Pada Pilkada di Mahulu November 2024 mendatang diyakininya berjalan dengan lancar dan damai apalagi masyarakat Mahulu masih menjunjung tinggi sifat kekeluargaan.
"Saya yakin dan percaya masyarakat masih menjunjung tinggi sifat kekeluargaan di mahakam ulu karena saya masih meyakini Pemilu 2024 ini dapat berjalan dengan lancar, damai," ucap Devung lagi.
Sebelumya, Komisioner Bawaslu Mahulu Leondor Awang Ajaat menyampaikan kuatnya kekerabatan juga akan membuat pelaksanaan Pemilu bisa berjalan kondusif. Sehingga cenderung relatif aman daripada daerah lain.
"Sosial masyarakat di sini masih tinggi, kepatuhan terhadap pemimpin, baik itu lembaga adat, maupun pemerintahan. Jadi ketokohan itu masih berpengaruh di sini," kata Leondor Awang Ajaat.
Editor: Aspian Nur